Kamis, 04 November 2010

Model Perilaku Pengambilan Keputusan

Nama : Dinny Erista

Npm/kelas : 10208386 / 3EA03

Berikut empat rangkaian model pengambilan keputusan :

1. 1. Model rasionalitas ekonomi

Model ini berasal dari ekonomi klasik dimana pembuat keputusan sepenuhnya rasional dalam segala hal. Berkaitan dengan aktivitas pengambilan keputusan, terdapat asumsi :

- keputusan akan sepenuhnya rasional dalam hal rencana dan tujuan

- terdapat sistem pilihan yang lengkap dan konsisten yang memungkinkan pemilihan

alternatif

- kesadaran penuh terhadap semua kemungkinan alternatif

- tidak ada batasan pada kompleksitas komputasi yang dapat ditampilkan untuk

menentukan alternatif terbaik

- probabilitas kalkulasi tidak menakutkan ataupun misterius

Pada model rasionalitas ekonomi terdapat teknik rasional moderen yaitu pendekatan scientific management seperti ABC, EVA dan MVA. Pada teknik ABC (activity-based cosying) menentukan biaya yang berhubungan dengan aktivitas seperti memproses pesanan penjualan, mempercepat pesanan pemasok, dan atau pelanggan, memecahkan masalah kualitas pemasok dan atau masalah pengantaran, dan memperlengkapi mesin. Untuk teknik EVA (economic value added) biaya semua kapital ditentukan misalnya biaya kapital ekuitas (uang yang disediakan pemegang saham), EVA berguna juga sebagai ukuran untuk mengambil keputusan mengenai masalah akuisisi dan pajak sampai masalah kompensasi. Sementara MVA (market value added) dapat menunjukkan keuntungan yang diperoleh perusahaan atau seberapa besar kapital yang terbuang kaitannya dengan nilai pasar saham.

2. Model rasionalitas terbatas dari Simon (Satisficing)

Model ini menyatakan bahwa perilaku pengambilan keputusan dapat dideskripsikan sebagai rasional dan maksimal tetapi terbatas dimana pembuat keputusan berakhir dengan kepuasan minimal karena tidak memiliki kemampuan untuk memaksimalkan. Hal tersebut dikarenakan informasi yang kurang sempurna, terdapat batasan waktu dan biaya, tawaran alternatif kurang disukai dan efek kekuatan lingkungan tidak dapat diabaikan.

3. Model penilaian heuristik dan bias

Model ini diprakarsai oleh ahli teori kognitif yaitu Kahneman dan Tversky yang

menyatakan bahwa pembuat keputusan mengandalkan heuristik yakni

penyederhanaan strategi atau metode berdasarkan pengalaman.

Meskipun heuristik kognitif menyederhanakan dan membantu pembuat keputusan, dalam situasi tertentu penggunaannya dapat menyebabkan eror dan hasil bias secara sistematis. Ada tiga bias utama yang teridentifikasi membantu menjelaskan bagaimana penilaian tersebut menyimpang dari proses rasional.

Heuristik bias tersebut ada tiga yaitu :

Heuristik availabilitas
Heuristik representatif
Heuristik kerangka referensi dan keputusan

3. Model sosial

Sigmund freud memandang manusia sebagai sekumpulan perasaan, emosi dan naluri dengan perilaku yang dipandu oleh keinginan yang tidak disadari. Model ini adalah sisi yang berlawanan dari rasionalitas ekonomi yakni melihat dari sudut pandang psikologi. Hal ini didukung pandangan bahwa pengaruh psikologi mempunyai dampak yang signifikan pada perilaku pengambilan keputusan.

SUMBER :

http://www.scribd.com/doc/13564609/Makalah-Pengambilan-Keputusan

1 komentar:

dinny erista mengatakan...

menurut saya, pembuat keputusan mengandalkan heuristik yakni penyederhanaan strategi atau metode berdasarkan pengalaman. ada juga yang didukung pandangan bahwa pengaruh psikologi mempunyai dampak yang signifikan pada perilaku pengambilan keputusan.serta juga berguna untuk sebagai ukuran untuk mengambil keputusan mengenai masalah akuisisi dan pajak sampai masalah kompensasi

Posting Komentar